Harga Minyak Dunia Stabil Menjelang Perkembangan Diplomasi Penting Antara AS dan Iran

Rabu, 11 Februari 2026 | 09:51:35 WIB
Harga Minyak Dunia Stabil Menjelang Perkembangan Diplomasi Penting Antara AS dan Iran

JAKARTA - Harga minyak dunia pada Rabu, 11 Februari 2026, tercatat relatif stabil. Pelaku pasar masih menunggu perkembangan terbaru dari hubungan diplomatik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.

Kontrak minyak Brent turun US$ 0,24 atau 0,3% menjadi US$ 68,80 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS melemah US$ 0,40 atau 0,6% menjadi US$ 63,96 per barel.

Ketidakpastian Pasar Minyak

Analis dari firma konsultan energi Gelber & Associates menyebut pasar masih ragu mengambil posisi besar. Hal ini karena mereka menunggu sinyal lebih jelas dari jalur diplomasi, laporan persediaan minyak, atau konfirmasi gangguan pasokan.

Juru bicara kementerian luar negeri Iran menyatakan pembicaraan nuklir dengan AS memberi kesempatan bagi Teheran menilai keseriusan Washington. Iran juga menunjukkan cukup kesepakatan untuk melanjutkan jalur diplomatik.

Komentar Pejabat AS dan Iran

Presiden AS Donald Trump menyampaikan bahwa Iran ingin mencapai kesepakatan terkait program nuklir dan rudal balistiknya. Trump menilai langkah sebaliknya akan menjadi tindakan yang tidak bijak.

Sejumlah pejabat AS sempat membahas penyitaan kapal tanker yang mengangkut minyak Iran untuk menekan Teheran. Namun, ada kekhawatiran pembalasan dan dampaknya terhadap pasar minyak global.

Upaya Diplomasi di Kawasan Teluk

Diplomat AS dan Iran menggelar pembicaraan melalui mediator di Oman pekan lalu. Langkah ini dilakukan setelah AS menempatkan armada angkatan laut di kawasan yang memicu kekhawatiran aksi militer baru.

Analis PVM, Tamas Varga, menilai pasar masih fokus pada ketegangan antara Iran dan AS. Namun, tanpa tanda nyata gangguan pasokan, harga minyak berpotensi bergerak lebih rendah.

Pentingnya Selat Hormuz untuk Pasokan Minyak Global

Sekitar seperlima konsumsi minyak global melewati Selat Hormuz, yang berada di antara Oman dan Iran. Setiap eskalasi di kawasan tersebut dianggap sebagai risiko besar bagi pasokan minyak dunia.

Iran bersama anggota OPEC lainnya seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, dan Irak mengekspor sebagian besar minyak mentah melalui selat tersebut. Hal ini terutama ditujukan untuk pasokan ke Asia, yang merupakan pasar utama.

Posisi Iran dalam Produksi Minyak Global

Berdasarkan data Badan Informasi Energi AS, Iran merupakan produsen minyak mentah terbesar ketiga di OPEC pada 2025. Posisi ini berada di bawah Arab Saudi dan Irak, menjadikan Iran sebagai pemain penting di pasar minyak dunia.

Ketidakpastian politik dan ketegangan diplomatik antara AS dan Iran tetap menjadi faktor utama yang memengaruhi pergerakan harga minyak. Pasar global menunggu langkah konkret dari kedua negara sebelum mengambil keputusan signifikan.

Terkini